Halaman

Glitter Text

Selasa, 03 April 2012

Selasa, 20 Maret 2012

Racun Pada Rokok



Dalam sebatang rokok terkandung sekitar 4000 macam zat kimia. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di dalam rokok.
Dari sekitar 4000 macam zat kimia yang ada dalam rokok , setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan manusia. Racun utama / kandungan pada rokok adalah :

1.Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
2.Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
3.Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
4.Methanol adalah sejenis bahan bakar roket
5.Ammonia adalah zat untuk bahan pembersih lantai
6.Arsenic adalah zat racun putih, dan lain-lain.

Keanekaragaman Hayati


1.CAGAR ALAM
Perlindungan alam dengan membiarkan ekosistem dlm suatu wilayah apa adanya dan dimaksudkan untuk melindungi ciri khas tumbuhan dan hewan serta ekosistem alam.
Yang boleh memasuki kawasan ini hanyal orang dengan izin khusus.
Contoh:Cagar Alam Pangandaran
2.Taman Nasional
Unruk melindungi flora,fauna dan ekosistem.Untuk kepentingan pengembangan Ilmu Pengetahuan,Pendidikan,Budaya dan Rekreasi alam
Contoh:T.N. GUNUNG LEUSER(Aceh dan Sumatra Utara)
                T.N. Ujung Kulon(Banten)
                T.N.Meru Betiri(jawa Timur)
                T.N.Komodo(P.Komodo)
                Dan Lain-lain
3.Hutan Wisata
Hutan yang di ambil hasilnya dan dimanfaatkan sebagai obyek wisata
4.Taman Buru
Kawasan perlindungan yang khusus digunakan untuk perburuan
5.Taman Laut
Wilayah lautan yang dijadikan sebagai konservasi alam.
Contoh:T.L.Bunaken(Sulawesi utara)
6.Hutan Lindung
Hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan air

7.Kebun Raya
Kebun buatan yang digunakan untuk menghimpuntumbuhan dari berbagai tempat untuk dilestarikan,dimanfaatkan untuk penelitian dan rekreasi.
Contoh:Purwodadi

Terjadinya Pencemaran Udara

Kelembaban udara bergantung pada konsentrasi uap air, dan H2O yang berbeda-beda konsentrasinya di setiap daerah. Kondisi udara di dalam atmosfer tidak pernah ditemukan dalam keadaan bersih, melainkan sudah tercampur dengan gas-gas lain dan partikulat-partikulat yang tidak kita perlukan. Gas-gas dan partikulat-partikulat yang berasal dari aktivitas alam dan juga yang dihasilkan dari aktivitas manusia ini terus-menerus masuk ke dalam udara dan mengotori/mencemari udara di lapisan atmosfer khususnya lapisan troposfer. Apabila bahan pencemar tersebut dari hasil pengukuran dengan parameter yang telah ditentukan oleh WHO konsentrasi bahan pencemarnya melewati ambang batas (konsentrasi yang masih bisa diatasi), maka udara dinyatakan dalam keadaan tercemar. Pencemaran udara terjadi apabila mengandung satu macam atau lebih bahan pencemar diperoleh dari hasil proses kimiawi seperti gas-gas CO, CO2, SO2, SO3, gas dengan konsentrasi tinggi atau kondisi fisik seperti suhu yang sangat tinggi bagi ukuran manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Adanya gas-gas tersebut dan partikulat-partikulat dengan konsentrasi melewati ambang batas, maka udara di daerah tersebut dinyatakan sudah tercemar. Dengan menggunakan parameter konsentrasi zat pencemar dan waktu lamanya kontak antara bahan pencemar atau polutan dengan lingkungan (udara), WHO menetapkan empat tingkatan pencemaran sebagai berikut: • Pencemaran tingkat pertama; yaitu pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian bagi manusia. • Pencemaran tingkat kedua; yaitu pencemaran yang mulai menimbulkan kerugian bagi manusia seperti terjadinya iritasi pada indra kita. • Pencemaran tingkat ketiga; yaitu pencemaran yang sudah dapat bereaksi pada faal tubuh dan menyebabkan terjadinya penyakit yang kronis. • Pencemaran tingkat keempat; yaitu pencemaran yang telah menimbulkan sakit akut dan kematian bagi manusia maupun hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Penyebab Utama Masalah Gizi

Terdapat dua faktor yang terkait langsung dengan masalah gizi khususnya gizi buruk atau kurang, yaitu intake zat gizi yang bersumber dari makanan dan infeksi penyakit (lihat Gambar 3). Kedua faktor yang saling mempengaruhi tersebut terkait dengan berbagai fakto penyebab tidak langsung yaitu ketahanan dan keamanan pangan, perilaku gizi, kesehatan badan dan sanitasi lingkungan. Ketahanan pangan merupakan salah satu isu utama upaya peningkatan status gizi masyarakat yang paling erat kaitannya dengan pembangunan pertanian. Situasi produksi pangan dalam negeri serta ekspor dan impor pangan akan menentukan ketersediaan pangan yang selanjutnya akan mempengaruhi kondisi ketahanan pangan di tingkat wilayah. Sementara ketahanan pangan pada tingkat rumahtangga, akan ditentukan pula oleh daya daya beli masyarakat terhadap pangan.Menyeimbangkan antara ketersediaan pangan dan sesuai dengan daya beli masyarakat dengan meminimalkan ketergantungan akan impor menjadi hal yang cukup sulit dilaksanakan saat ini. Pada kenyataannya, beberapa produk pangan penting seperti beras dan gula, produksi dalam negeri dirasa masih kalah dengan produk impor karena tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat kita. Kebijakan yang ada pun tidak memberi kondisi yang kondusif bagi petani sebagai produsen, untuk dapat meningkatkan produktivitasnya maupun mengembangkan diversifikasi pertanian guna mengembangkan keragaman pangan.

Kegiatan Pokok Ekonomi (Konsumsi)

1.KEGIATAN POKOK EKONOMI(KONSUMSI)
A.Pengertian konsumsi
*Dalam arti sempit adalah kegiatan memakai/menghabiskan barang untuk memenuhi kebutuhan hidup.
*Dalam arti luas adalah pemakaian kegunaan barang untuk memenuhi kebutuhan sehingga kegunaan / nilai barang tersebut berangsur-angsur/sekaligus akan menjadi habis.
Pelaku dalam kegiatan konsumsi disebut konsumen
B.Tujuan dan faktor konsumsi
1.Tujuan konsumsi
A. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, C.Untuk memperoleh kepuasan setinggi-tingginya
B.Untuk mencapai kemakmuran, D.Untuk menghabiskan nilai guna barang/jasa
2.Faktor konsumsi
A.Tradisi, B.Kebiasaan, C.Mode
C.Asas Konsumsi
1.Asas Surplus=jumlah nilai barang dan jasa yang dikonsumsi lebih kecil dari penghasilan
2.Asas Defisit=jumlah nilai barang dan jasa yang dikonsumsi lebih besar dari penghasilan
3.Asas Seimbang=jumlah nilai barang dan jasa yang dikonsumsi sama dengan jumlah penghasilan/pendapatan.

2.KONSUMSI DALAM RUMAH TANGGA
A.Kegiatan konsumsi dalam rumah tangga keluarga
1.Usah sendiri,mis:beternak,berwirausaha/berwiraswasta.
2.Bekerja pada pihak lain,mis:menjadi karyawan,pegawai,buruh.
3.Hasil dari miliknya,mis:menyewakan tanah,rumah,menabung.